Pages

Sunday, January 1, 2012

Happy New Year 2012 !!



      Happy New Year 2012 !!
Gak kerasa aja , udah lewatin 2011 . makasih banyak buat 2011 yang udah nyimpen banyak memori dari yang indah sampai yang menyedihkan.
Sebelum tahun baru, sebelum puncak petasan dinyalakan, masih inget beberapa memori di 2011. Yaa, kaya disinetron-sinetron aja. Sekelebat-sekelebat bayangan lewat menemani kepergian sesuatu. Sama kaya semalem waktu pergantian tahun 2011 menuju 2012. Beberapa memori indah, dan sedih bergantian lewat ingatan gue. Tapi tentu aja gak berarti kepergian, dan penghilangan memori itu. Cuma untuk mengenang, mengingat, mengganti memori yang dulu mungkin rusak atau salah dicetak (kesalahan yang kita perbuat) menjadi sesuatu yang lebih baik dan lebih siap dicetak ulang (dikenang keindahannya) juga untuk sekedar biar gak lupa aja sih.
Biar gimanapun 2011 udah lewat, tapi tetap aja harapan-harapan yang belom kecapai di 2011 bermunculan kembali di 2012. Ditahun yang baru beberapa jam ini dilewatin. Sama aja kaya memori-memori tadi. Bersiklus. Dari mulai kejadian memori itu sendiri, dilanjutin dengan pengingatan, lalu disesi lain (tahun baru misalnya), mulai ada peningkatan atau perbaikan dari memori itu. Biarpun memang memori itu memori yang indah, gak salahkan untuk meningkatkan keindahan itu sendiri dengan mempelajari memori itu untuk bekal. Bukan untuk penyamaan. Yang justru dicopy seutuhnya kerja keras  yang sama untuk mencapai keindahan itu. Hasilnya indah sih, tapi akan tetap sama aja dengan hasil sebelumnya. Gak ada kepuasan berbeda seperti saat pertama menemukan keindahan itu.
Oke, jadi ngawur sok puitis. Kenangan-kenangan di 2011 itu banyak banget lho yah. Dari mulai pindah dari lapan empat ke sembilan lima , waktu gue ultah , ngasih surprise ngerayain anniv ortu gue , sampe kenangan bareng si dia dan lain-lainnya. Susah aja buat dilupain. Tanpa ada 2011, gak akan ada 2012 dan tahun-tahun selanjutnya.
Harapan gue di 2012 ini, yang pasti tambah banyak temen, langgeng ama yang sekarang, duitnya juga nambah, dll

Please be my Year, 2012 ! be better than 2011 !
and hope, what I want , will I get.

Friday, December 2, 2011

Barbie-Barbie Unik dan Aneh ☺



Dibawah ini adalah sekumpulan boneka barbie yang aneh dan luar biasa. Apa yang membuat mereka aneh dan luar biasa?


Barbie Zombie

zombie

Boneka ini pernah tampil dalam film Thriller-nya Michael Jackson, barbie Zombi sexy, menakutkan, dan berbentuk menyerupai wanita modern.


Barbie Yang Hamil
hamil

Salah satu dari barbie yang paling aneh yang pernah ada, terdapat perut magnetik yang dapat dibuka, dan terdapat boneka bayi di dalam perutnya. Anak-anak sering memainkanya dan seolah menjadi dokter dan melakukan persalinan. Pada awalnya boneka ini didesain sedemikian rupa untuk mengkampanyekan bahaya sex bebas bagi para remaja.


Barbie putri pegasus
pegasus

Ini barbie yang mungkin tak terbayangkan olehmu, “barbie putri pegasus”. Anak perempuan dimanapun memimpikan dan bahkan menggambar boneka ini. Ini berarti mereka menginginkanya meskipun boneka barbie ini aneh.


Barbie Gendut

gendut

Boneka barbie ini dibuat untuk iklan untuk organisasi Active Life Movement yang menggunakan ikon mainan anak untuk tagline mereka yaitu “keep obesity away from your child”.


Barbie Oreo

oreo

Pada tahun 1997, boneka ini digagas oleh komunitas afrika-amerika dimana namanya mempunyai makna “hitam diluar, putih di dalam”.


Barbie Ibu rumah tangga plus karyawan

ibu barbi

Ini model barbie dari seorang ibu yang juga bekerja bernama Turleen. Dan ini merupakan replika dari seorang model cantik Amerika. Merupakan contoh yang baik karena selain bekerja di Honk & Holler dan Bowlarama yang elegan, dia selalu memiliki waktu untuk anak-anaknya. Dia punya waktu untuk mengurus pekerjaan dan keluarga. Dia memiliki 7 orang anak dan satu anak dalam kandungan. Dia mendapat penghargaan karena kehidupanya. Dia sudah memenangkan penghargaan Mother Of The year Award dari asokasi ibu rumah tangga flamingo trailer park. Thropy spesial ini dipajang di jendela dapur rumahnya.


Blood and Diamonds Barbie

darah dan berlian

Blood and Diamonds Barbie didesain dan dibuat oleh Carmen of The Perfect Dark One Of A Kind (OOAK) Dolls.


Barbie paling mahal di dunia.

termahal

Boneka barbie paling mahal didesain oleh De Beer. Boneka ini memakai gaun malam dengan dekorasi dari berlian sebanyak 160 dan memakai perhiasan emas murni dan assesoris juga terbuat dari emas murni. Boneka barbie ini diproduksi untuk peringatan 40 tahun pada tahun 1999 dan terjual seharga 85.000 dollar Amerika. Jika kamu berpikir harganya terlalu mahal, dan melihat barbie no.1 tahun 1959, berdasarkan penilaian orang-orang elit harga yang ditawarkan 8000 dollar Amerika.


Saudara sepupu barbie yang muslim

muslim

Saudara barbie yang muslim bernama Razanne.


Barbie Twilight

twilight

Kehebohan Twilight berlanjut dengan boneka Edward dan Bella. Barbie twilight membuat karakter kreasi Stephanie Meyer Bella Swan(diperankan oleh Kristen Stewart) dan Edward Cullen(Robert Pattinson) menjadi sebuah boneka yang necis. Boneka Edward lengkap dengan fitur vampirnya, seperti kulit yang pucat dan mata cenderung berwarna emas. Kedua boneka ini dijual terpisah dan sementara hanya ada di toko mainan Toys ‘R Us.


Barbie Amy Winehouse

amy

Saya pernah melihat boneka selebritis digunakan untuk mempromosikan doro sendiri. Tapi tak banyak yang minim atribut. Barbie Amy Winehouse memiliki kesamaan dengan penyanyi inggris, lengkap dengan rambut ikal hitam, tato, dan tata garis mata yang merupakan bekas air matanya.


Barbie berkursi roda

kursi roda

Pada Mei 1997, perusahaan bernama Mattel memperkenalkan Barbie berkursi roda bernama Becky. Tapi ini justru ditentang banyak pihak karena ternyata kursi roda milik barbie ini tidak muat di elevator di rumah barbie.

Wednesday, November 30, 2011

Ketika Aku Harus Memilih... (2)


        Sejak itu, aku dan Ayah sudah tidak pernah bertemu kembali dengan Bunda. Kami kembali bertemu di Pengadilan Negeri hari ini dalam sidang perceraian Ayah dan Bundaku. Kami tidak lagi bertemu karena kini Bunda tidak lagi tinggal bersama aku dan Ayah. Mungkin ia segara menikah dengan lelaki itu. Aku tak tau dan tak ingin tau lagi hal apapun tentang Bunda. Tentu aku akan tetap sayang dengan Bundaku, namun dengan cara yang sedikit berbeda.
****
        Enam bulan sudah berlalu setelah perceraian Ayah dan Bunda. Bunda sudah menikah dengan lelaki itu dua bulan sesudah bercerai dengan Ayah. Sedangkan Ayah juga sudah menikah dengan seorang wanita, empat bulan setelah perceraiannya. Waktu yang cepat untuk keduanya, terutama Ayah untuk melupakan Bunda yang padahal seharusnya susah untuk ia lupakan. Tapi memang, Ayah menikah dengan wanita itu karena aku. Akulah yang meminta untuk Ayah menikah lagi. Namun justru permintaankulah yang membawaku ke atas gedung ini. Ingin mengakhiri hidupku. Karena permintaan bodohku dua bulan yang lalu.
        Aku tau memang aku yang meminta dan memaksa Ayah untuk menikah lagi. Namun tidak maksudku mengizinkan Ayah menikah dengan sembarang wanita. Termasuk dengan rekan kerjanya yang berbeda keyakinan dengan kami. Aku tidak ingin Ayah menikah dengannya.
        Kini Ayah ingin berpindah keyakinan seperti apa yang diyakini oleh wanita yang kini menjadi istrinya. Sedangkan aku jelas tidak mau. Namun aku tidak diizinkan dan juga tidak bisa hidup ditengah keluarga yang berbeda keyakinan olehku. Aku juga tidak bisa membayangkan akan jadi apa keluargaku.
        Kukira kesedihanku akan perselingkuhan Bunda, akan diakhiri oleh datangnya wanita itu. Tapi justru wanita itulah yang membuatku ingin mengakhiri hidupku. Bagaimana tidak, jika Ayah tetap ingin memaksaku untuk mengikuti keyakinan mereka, maka aku akan mengakhiri hidupku. Bahkan akupun sama sekali tidak ingin berlindung pada Bunda. Sudah cukup Bunda bersalah, dan tak adil rasanya jika aku pergi dari Ayahku dan berlindung pada Bunda yang telah mengawali kesedihan dalam hidupku.
        Mungkin kejadian ini memang cobaan dari Tuhan untukku. Maaf Tuhan, aku tak sanggup untuk menjalani hidupku. Mungkin Tuhan tidak akan memberi ujian pada hambanya yang tak mampu. Namun aku tidak ingin berusaha untuk mampu melewati cobaan ini. Aku sudah cukup lelah dengan hidupku.
        Kumatangkan keberanianku. Aku membayangkan satu per satu wajah orang-orang yang membuat hidupku berbeda. Ayah, Bunda, lelaki itu, dan juga wanita itu. Ku abaikan teriakan orang-orang dibawah sana. Aku tidak menghiraukannya walaupun aku tau jelas apa yang mereka teriakan kepadaku. Kupejamkan mataku yang terus menerus mengeluarkan air mata. Kusempatkan diri untuk menengok kebelakang, ada Ayah yang baru saja berhasil naik ke ujung atas gedung ini ingin menghampiriku. Tanpa menunggu Ayah berhasil meraihku, langsung saja kuhempaskan tubuhku membelah udara menuju daratan keras dibawah sana.
        Kurasakan aku terus menerus membelah udara. Hingga akhirnya tiba pada sesuatu yang terbuat dari bahan keras yang menahanku dan tak bisa kubelah dengan tubuhku seperti udara sebelumnya. Cairan hangat menyelimuti tubuhku, yang aku tak tau jelas apa itu. Sekejap saja kurasakan aku mulai menuju udara kembali. Kuberanikan diri untuk membuka mata dan benar saja aku mulai terbang menuju langit meninggalkan jasadku yang sedang dikelilingi banyak orang yang aku tak tau siapa mereka. Kuperhatikan jasadku sepanjang perjalananku menuju langit, hanya cairan berwarna merah yang menghiasi jasadku dan kekecewaan diwajahku. Kini semua beban hidupku sudah terangkat terbang bersamaan dengan nyawaku.
*****

Ketika Aku Harus Memilih... (1)



Hari ini aku berada di sebuah Pengadilan Negeri dimana kedua orang tuaku sedang melaksanakan sidang perceraian.  Aku cukup terpukul dengan keputusan Bunda dan Ayah. Aku menyesal karena aku anak tunggal dari mereka, harusnya aku menjadi alasan mereka tidak jadi bercerai. Tapi aku tidak bisa menahan mereka agar tidak bercerai dan aku dijadikan bahan rebutan mereka karena perceraian ini.
        Cukup lama menunggu sidang kutukan itu selesai. Akhirnya hari ini Bunda dan Ayah resmi bercerai. Aku berniat untuk ikut dengan Ayah dan meninggalkan Bunda yang padahal adalah orang terdekatku selama ini. Aku melakukan itu karena aku tau, Bundalah yang salah dan memulai kehancuran diantara keluarga kami. Hingga Bunda dan Ayah berakhir pada perceraian.
        Beberapa bulan yang lalu, Bunda menghadiri reuni SMAnya. Bunda memang sudah izin kepada Ayah untuk menghadiri acara itu. Tapi tentu Ayah tidak tau bahwa Bunda tidak pulang tepat waktu seperti janjinya pada Ayah. Aku sendiri jelas tau hal itu, karena akulah yang membukakan pintu untuk Bunda saat itu. Bodohnya aku, aku tidak memberi tau kepada Ayah tentang ketelatan Bunda saat pulang malam itu.
        Sejak reuni itu, Bunda sering sekali memegang handphonenya. Padahal, selama ini Bunda sering mengabaikan handphonenya. Saat itu aku tidak curiga apapun, kufikir mungkin saja Bunda memang sedang memiliki suatu urusan. Tapi mungkin Ayah akan curiga jika saja Bunda tidak pintar memilah waktu yang tepat untuk memegang handphonenya. Bunda selalu memegang handphonenya saat Ayah berangkat bekerja, hingga sebelum Ayah pulang bekerja. Begitu seterusnya. Sehingga Ayah tidak melihat Bunda terus-terusan memegang handphonenya.
        Hari itu, mungkin Bunda lupa atau memang tidak sabar untuk mengecek handphonenya. Memang Ayah sedang libur dan tidak pergi kerja. Akhirnya ia mulai memainkan handphone didepan Ayah bahkan mengobrol dengan Ayah. Ayah sangat tidak suka jika ia sedang bicara, lalu sang lawan bicaranya justru berselingkuh bicara dengan handphone. Apalagi saat itu Ayah sedang berbicara dengan Bunda.
Ayah juga seorang pencuriga yang over. Sehingga Ayah mulai curiga dengan Bunda yang hari itu hampir tidak pernah lepas dengan handphonenya. Akhirnya malam itu juga, saat Bunda tertidur Ayah mencoba mencari handphone Bunda yang akhirnya ia temukan dibawah tempat lampu yang sangat tidak memungkinkan seseorang untuk meletakan handphone disana. Hingga bertambah besarlah kecurigaan Ayah kepada Bunda.
        Pagi harinya, aku terbangun karena teriakan Ayah dari luar pintu kamarku yang mengarah ruang keluarga. Tidak jelas apa yang diucapkannya tapi aku tau itu suara Ayah. Aku sempat ingin keluar dan marah pada Ayah karena telah membangunkanku dihari libur. Tapi saat aku mulai mendekati pintu kamarku, aku mengurungkan niatku dan berniat mendengarkan dan menduga-duga apa yang terjadi diluar kamarku. Ku dengar Bunda menangis. Aku mulai berfikir bahwa mereka bertengkar. Tapi sebelumnya mereka tidak pernah bertengkar atau lebih tepatnya tidak pernah separah saat itu. Selalu menjaga keharmonisan keluarga kami didepanku. Tapi justru kali itu mereka bertengkar didepan kamarku yang tentu saja aku bisa mendengarnya.
        Aku mendengar Ayah menceritakan kepada Bunda tentang apa yang ia baca di handphone Bunda malam itu. Aku mendengar secara detailnya apa yang dibaca Ayah dan apa yang sebenarnya terjadi. Saat itu aku berharap Ayah salah. Namun ternyata harapankulah yang salah. Bunda memperkuat kata-kata Ayah dengan pengakuannya sambil menangis, bahwa ia memang berselingkuh dengan mantan kekasihnya selagi SMA. Mereka kembali bertemu saat reuni SMAnya kemarin.
Kakiku melemas saat itu, namun aku masih ingin mendengar lelucon ini berakhir dan mendengar mereka mengaku bahwa semua pembicaraan ini hanya untuk mengerjaiku. Tapi aku yakin aku salah dan mulai gila jika tetap berharap seperti itu. Karena saat semakin kudekatkankan telingaku dengan daun pintu, Bunda berkata ia lebih merasa nyaman berhubungan dengan mantan kekasihnya yang lebih mapan dibanding Ayah.
Aku menangis dari balik pintu kamarku. Darahku berdesir hebat menandakan kekecewaanku saat itu. Aku mengakhiri pendengaranku didaun pintu dan kembali ke tempat tidurku dengan mata masih berlinang air mata. Cukup lama aku menangis dengan bantal diwajahku agar tangisanku tidak sampai keluar kamar. Walaupun aku tau, teriakan Ayah mengalahkan suara tangisanku. Hingga akhirnya aku tidak mendengar teriakan-teriakan itu lagi dan aku tertidur karena lelah menangis.
Sore itu juga, Bunda mengetuk pintu kamarku dan mengajakku keruang keluarga. Saat diruang keluarga, aku lihat sudah ada Ayah dangan wajah yang menurutku seperti wajah orang yang sudah putus asa dan pasrah akan keadaan. Disana, Bunda dan Ayah menceritakan kepadaku tentang apa yang terjadi. Bunda meminta maaf kepada kami, namun tetap tidak ingin memperbaiki kesalahannya. Tentu saja aku tidak bisa membendung air mataku. Walaupun sebenarnya aku sudah cukup tau semuanya dari pertengkaran hebat mereka pagi itu.
Mulai saat itu, Bunda pindah kerumah Nenek dikota lain tempat kami tinggal. Lalu sebulan kemudian, Bunda mengajukan surat perceraian kepada Ayah. Aku tau sebenarnya ada rasa tak ikhlas dihati Ayah. Namun ia tetap tegar dan menandatangani surat perceraian itu. Mungkin karena agar orang yang ia cintai lebih bahagia, walaupun itu memang harus membuatnya terluka.
        Sejak itu, aku dan Ayah sudah tidak pernah bertemu kembali dengan Bunda. Kami kembali bertemu di Pengadilan Negeri hari ini dalam sidang perceraian Ayah dan Bundaku. Kami tidak lagi bertemu karena kini Bunda tidak lagi tinggal bersama aku dan Ayah. Mungkin ia segara menikah dengan lelaki itu. Aku tak tau dan tak ingin tau lagi hal apapun tentang Bunda. Tentu aku akan tetap sayang dengan Bundaku, namun dengan cara yang sedikit berbeda.
...........

Thursday, November 17, 2011

Ungkapan Hati 'Si Ubnormal'


          Maafkan aku Ayah. Mungkin karena aku Bunda meninggakan Ayah. Karena aku Ayah menghabiskan uang. Karena aku yang cacat ini yang selalu menyusahkan Ayah. Ayah yang mengurusku, ditemani kecacatanku. Aku tau mungkin engkau sedih namun berusaha menutupinya. Akupun sedih dan menyesal harus merepotkanmu Ayah. Maafkan aku yang memberimu kesialan dalam hidup. Semenjak ada aku disisimu, bukan ketenangan yang ada dihati dan jiwamu. Justru rasa yang tak bisa terungkapkan sungguh buruknya. Hanya engkau Ayah, yang menemaniku setiap waktu. Hanya engkau Ayah, yang menganggapku ada. Maaf Ayah, inilah aku. Menyusahkanmu.
          Tuhaan, mungkin aku terima cacat seperti ini jika saja orang-orang bisa menerimaku selayaknya mereka menerima orang-orang normal. Aku juga bisa saja ikhlas menjadi bahan perolokkan mereka jika saja mereka tidak juga mengolok-olok Ayahku dan juga bisa sedikit menghibur dan bermain bersamaku.
          Lantas Bunda, kenapa kau buang aku saat kau tau aku lahir seperti ini? Taukah Bunda, aku butuh engkau Bunda. Aku butuh seseorang yang menyemangatiku ditengah-tengah neraka dunia ini. Ditengah-tengah kebahagiaan mereka dan kesedihanku saat adat mengolokku itu tiba Bunda. Mungkin aku memang tak pantas menjadi anakmu, namun haruskah kau tinggalkan juga Ayahku Bunda? Kenapa kau tidak memilih untuk membuangku saja dan tetap bersama Ayah? Tak sudi rasanya menjadi alasan perpisahan kalian. Atau kenapa kau harus mempertahankan aku dirahimmu jika akhirnya aku dikucilkan oleh Bundaku sendiri? Akankah karena alasan kau tak tau wujud seperti apa yang akan lahir? Kau tau Bundaku tersayang? Itu berarti kau tidak siap menyayangi seorang anak, Bunda. Ayahlah yang benar siap menerima kasih sayang dan mengasih sayangi anaknya, Bunda. Aku terima jika aku tak diterima. Namun aku tak terima jika orang yang kusayang juga ikut tak diterima. Karna ia menyayagiku, karna ia ku sayang. Karna aku. Ia menjadi bahan pelecehan.
          Kawan, kenapa kalian tidak ingin bermain denganku? Malukah kalian terhadap orang-orang lain yang melihat kita bermain nanti? Aku terima itu. Aku terima jika aku memang memalukan dan tak selevel dengan kalian bahkan tidak sepantasnya mengenal kalian. Tapi apakah kalian punya alasan untuk mengolokku seperti yang biasa kalian lakukan? Begitukah cara kalian menghiburku? Atau itukah niat kalian menghibur dirimu dan menjatuhkanku? Aku tau aku memang jauh dibawah kalian. Tapi pantaskah kalian memperlakukanku seperti ini? Bukankah kita diciptakan oleh Tuhan dan bahan yang sama? Sederajatkah kalian dengan Tuhanku? Jauh derajatkah aku dengan kalian?
          Akulah sang orang cacat. Namun bukan kemauanku seperti ini. Tuhan yang memerintahkan tanah itu, berbentuk dan berwujud seperti ini. Seperti apa yang kalian lihat padaku. Haruskah aku marah pada Tuhan? Andai saja aku berani, mungkin aku lakukan. Tapi aku jauh lebih menghargainya. Jauh lebih menghargai Tuhanku. Bahkan terkadang aku mencoba merasa spesial karna berbeda dengan kalian. Bahkan terkadang aku mencoba merasa bersyukur tidak memiliki sifat keji seperti kalian.
          Tolong, jangan bedakan aku seperti ini. Aku sama dengan kalian. Juga ingin mempunyai sesuatu yang berharga, juga ingin dihibur, bahkan juga ingin bermain dan akupun seorang manusia yang bersifat sosial yang butuh bantuan dari orang lain. Kalian. Jika saja aku bisa memilih seperti apa wujudku ini. Tapi sayang, sungguh aku hanya bisa menerima.
          Kau tau? Sulit untuk mencoba ikhlas. Karna apa? Karna tingkah kalian yang takut padaku. Cukup sakit saat kalian menjauhiuku. Sungguh membingungkan apa yang salah dariku? Demi Tuhan, aku tidak jahat dan tidak akan membuat kalian menjadi jahat. Sulit untuk menyadari diri bahwa tubuhkulah yang membuat kalian menilai aku aneh dan mulai takut padaku bahkan menjauhiku.
          Tolong, jangan jauhi aku. Jangan sakiti hati ini lagi. Jangan menambahkan dosa kalian lagi. Maaf, jujur aku sakit dan jujur aku tersiksa jika kalian masih menganggapku buruk. Biarkan aku hidup dengan caraku, wujudku, dan fikiranku. Bantu aku dalam menjalani hidup upnormalku.

Happy New Year 2012 !!

0



      Happy New Year 2012 !!
Gak kerasa aja , udah lewatin 2011 . makasih banyak buat 2011 yang udah nyimpen banyak memori dari yang indah sampai yang menyedihkan.
Sebelum tahun baru, sebelum puncak petasan dinyalakan, masih inget beberapa memori di 2011. Yaa, kaya disinetron-sinetron aja. Sekelebat-sekelebat bayangan lewat menemani kepergian sesuatu. Sama kaya semalem waktu pergantian tahun 2011 menuju 2012. Beberapa memori indah, dan sedih bergantian lewat ingatan gue. Tapi tentu aja gak berarti kepergian, dan penghilangan memori itu. Cuma untuk mengenang, mengingat, mengganti memori yang dulu mungkin rusak atau salah dicetak (kesalahan yang kita perbuat) menjadi sesuatu yang lebih baik dan lebih siap dicetak ulang (dikenang keindahannya) juga untuk sekedar biar gak lupa aja sih.
Biar gimanapun 2011 udah lewat, tapi tetap aja harapan-harapan yang belom kecapai di 2011 bermunculan kembali di 2012. Ditahun yang baru beberapa jam ini dilewatin. Sama aja kaya memori-memori tadi. Bersiklus. Dari mulai kejadian memori itu sendiri, dilanjutin dengan pengingatan, lalu disesi lain (tahun baru misalnya), mulai ada peningkatan atau perbaikan dari memori itu. Biarpun memang memori itu memori yang indah, gak salahkan untuk meningkatkan keindahan itu sendiri dengan mempelajari memori itu untuk bekal. Bukan untuk penyamaan. Yang justru dicopy seutuhnya kerja keras  yang sama untuk mencapai keindahan itu. Hasilnya indah sih, tapi akan tetap sama aja dengan hasil sebelumnya. Gak ada kepuasan berbeda seperti saat pertama menemukan keindahan itu.
Oke, jadi ngawur sok puitis. Kenangan-kenangan di 2011 itu banyak banget lho yah. Dari mulai pindah dari lapan empat ke sembilan lima , waktu gue ultah , ngasih surprise ngerayain anniv ortu gue , sampe kenangan bareng si dia dan lain-lainnya. Susah aja buat dilupain. Tanpa ada 2011, gak akan ada 2012 dan tahun-tahun selanjutnya.
Harapan gue di 2012 ini, yang pasti tambah banyak temen, langgeng ama yang sekarang, duitnya juga nambah, dll

Please be my Year, 2012 ! be better than 2011 !
and hope, what I want , will I get.

Barbie-Barbie Unik dan Aneh ☺

0



Dibawah ini adalah sekumpulan boneka barbie yang aneh dan luar biasa. Apa yang membuat mereka aneh dan luar biasa?


Barbie Zombie

zombie

Boneka ini pernah tampil dalam film Thriller-nya Michael Jackson, barbie Zombi sexy, menakutkan, dan berbentuk menyerupai wanita modern.


Barbie Yang Hamil
hamil

Salah satu dari barbie yang paling aneh yang pernah ada, terdapat perut magnetik yang dapat dibuka, dan terdapat boneka bayi di dalam perutnya. Anak-anak sering memainkanya dan seolah menjadi dokter dan melakukan persalinan. Pada awalnya boneka ini didesain sedemikian rupa untuk mengkampanyekan bahaya sex bebas bagi para remaja.


Barbie putri pegasus
pegasus

Ini barbie yang mungkin tak terbayangkan olehmu, “barbie putri pegasus”. Anak perempuan dimanapun memimpikan dan bahkan menggambar boneka ini. Ini berarti mereka menginginkanya meskipun boneka barbie ini aneh.


Barbie Gendut

gendut

Boneka barbie ini dibuat untuk iklan untuk organisasi Active Life Movement yang menggunakan ikon mainan anak untuk tagline mereka yaitu “keep obesity away from your child”.


Barbie Oreo

oreo

Pada tahun 1997, boneka ini digagas oleh komunitas afrika-amerika dimana namanya mempunyai makna “hitam diluar, putih di dalam”.


Barbie Ibu rumah tangga plus karyawan

ibu barbi

Ini model barbie dari seorang ibu yang juga bekerja bernama Turleen. Dan ini merupakan replika dari seorang model cantik Amerika. Merupakan contoh yang baik karena selain bekerja di Honk & Holler dan Bowlarama yang elegan, dia selalu memiliki waktu untuk anak-anaknya. Dia punya waktu untuk mengurus pekerjaan dan keluarga. Dia memiliki 7 orang anak dan satu anak dalam kandungan. Dia mendapat penghargaan karena kehidupanya. Dia sudah memenangkan penghargaan Mother Of The year Award dari asokasi ibu rumah tangga flamingo trailer park. Thropy spesial ini dipajang di jendela dapur rumahnya.


Blood and Diamonds Barbie

darah dan berlian

Blood and Diamonds Barbie didesain dan dibuat oleh Carmen of The Perfect Dark One Of A Kind (OOAK) Dolls.


Barbie paling mahal di dunia.

termahal

Boneka barbie paling mahal didesain oleh De Beer. Boneka ini memakai gaun malam dengan dekorasi dari berlian sebanyak 160 dan memakai perhiasan emas murni dan assesoris juga terbuat dari emas murni. Boneka barbie ini diproduksi untuk peringatan 40 tahun pada tahun 1999 dan terjual seharga 85.000 dollar Amerika. Jika kamu berpikir harganya terlalu mahal, dan melihat barbie no.1 tahun 1959, berdasarkan penilaian orang-orang elit harga yang ditawarkan 8000 dollar Amerika.


Saudara sepupu barbie yang muslim

muslim

Saudara barbie yang muslim bernama Razanne.


Barbie Twilight

twilight

Kehebohan Twilight berlanjut dengan boneka Edward dan Bella. Barbie twilight membuat karakter kreasi Stephanie Meyer Bella Swan(diperankan oleh Kristen Stewart) dan Edward Cullen(Robert Pattinson) menjadi sebuah boneka yang necis. Boneka Edward lengkap dengan fitur vampirnya, seperti kulit yang pucat dan mata cenderung berwarna emas. Kedua boneka ini dijual terpisah dan sementara hanya ada di toko mainan Toys ‘R Us.


Barbie Amy Winehouse

amy

Saya pernah melihat boneka selebritis digunakan untuk mempromosikan doro sendiri. Tapi tak banyak yang minim atribut. Barbie Amy Winehouse memiliki kesamaan dengan penyanyi inggris, lengkap dengan rambut ikal hitam, tato, dan tata garis mata yang merupakan bekas air matanya.


Barbie berkursi roda

kursi roda

Pada Mei 1997, perusahaan bernama Mattel memperkenalkan Barbie berkursi roda bernama Becky. Tapi ini justru ditentang banyak pihak karena ternyata kursi roda milik barbie ini tidak muat di elevator di rumah barbie.

Ketika Aku Harus Memilih... (2)

0


        Sejak itu, aku dan Ayah sudah tidak pernah bertemu kembali dengan Bunda. Kami kembali bertemu di Pengadilan Negeri hari ini dalam sidang perceraian Ayah dan Bundaku. Kami tidak lagi bertemu karena kini Bunda tidak lagi tinggal bersama aku dan Ayah. Mungkin ia segara menikah dengan lelaki itu. Aku tak tau dan tak ingin tau lagi hal apapun tentang Bunda. Tentu aku akan tetap sayang dengan Bundaku, namun dengan cara yang sedikit berbeda.
****
        Enam bulan sudah berlalu setelah perceraian Ayah dan Bunda. Bunda sudah menikah dengan lelaki itu dua bulan sesudah bercerai dengan Ayah. Sedangkan Ayah juga sudah menikah dengan seorang wanita, empat bulan setelah perceraiannya. Waktu yang cepat untuk keduanya, terutama Ayah untuk melupakan Bunda yang padahal seharusnya susah untuk ia lupakan. Tapi memang, Ayah menikah dengan wanita itu karena aku. Akulah yang meminta untuk Ayah menikah lagi. Namun justru permintaankulah yang membawaku ke atas gedung ini. Ingin mengakhiri hidupku. Karena permintaan bodohku dua bulan yang lalu.
        Aku tau memang aku yang meminta dan memaksa Ayah untuk menikah lagi. Namun tidak maksudku mengizinkan Ayah menikah dengan sembarang wanita. Termasuk dengan rekan kerjanya yang berbeda keyakinan dengan kami. Aku tidak ingin Ayah menikah dengannya.
        Kini Ayah ingin berpindah keyakinan seperti apa yang diyakini oleh wanita yang kini menjadi istrinya. Sedangkan aku jelas tidak mau. Namun aku tidak diizinkan dan juga tidak bisa hidup ditengah keluarga yang berbeda keyakinan olehku. Aku juga tidak bisa membayangkan akan jadi apa keluargaku.
        Kukira kesedihanku akan perselingkuhan Bunda, akan diakhiri oleh datangnya wanita itu. Tapi justru wanita itulah yang membuatku ingin mengakhiri hidupku. Bagaimana tidak, jika Ayah tetap ingin memaksaku untuk mengikuti keyakinan mereka, maka aku akan mengakhiri hidupku. Bahkan akupun sama sekali tidak ingin berlindung pada Bunda. Sudah cukup Bunda bersalah, dan tak adil rasanya jika aku pergi dari Ayahku dan berlindung pada Bunda yang telah mengawali kesedihan dalam hidupku.
        Mungkin kejadian ini memang cobaan dari Tuhan untukku. Maaf Tuhan, aku tak sanggup untuk menjalani hidupku. Mungkin Tuhan tidak akan memberi ujian pada hambanya yang tak mampu. Namun aku tidak ingin berusaha untuk mampu melewati cobaan ini. Aku sudah cukup lelah dengan hidupku.
        Kumatangkan keberanianku. Aku membayangkan satu per satu wajah orang-orang yang membuat hidupku berbeda. Ayah, Bunda, lelaki itu, dan juga wanita itu. Ku abaikan teriakan orang-orang dibawah sana. Aku tidak menghiraukannya walaupun aku tau jelas apa yang mereka teriakan kepadaku. Kupejamkan mataku yang terus menerus mengeluarkan air mata. Kusempatkan diri untuk menengok kebelakang, ada Ayah yang baru saja berhasil naik ke ujung atas gedung ini ingin menghampiriku. Tanpa menunggu Ayah berhasil meraihku, langsung saja kuhempaskan tubuhku membelah udara menuju daratan keras dibawah sana.
        Kurasakan aku terus menerus membelah udara. Hingga akhirnya tiba pada sesuatu yang terbuat dari bahan keras yang menahanku dan tak bisa kubelah dengan tubuhku seperti udara sebelumnya. Cairan hangat menyelimuti tubuhku, yang aku tak tau jelas apa itu. Sekejap saja kurasakan aku mulai menuju udara kembali. Kuberanikan diri untuk membuka mata dan benar saja aku mulai terbang menuju langit meninggalkan jasadku yang sedang dikelilingi banyak orang yang aku tak tau siapa mereka. Kuperhatikan jasadku sepanjang perjalananku menuju langit, hanya cairan berwarna merah yang menghiasi jasadku dan kekecewaan diwajahku. Kini semua beban hidupku sudah terangkat terbang bersamaan dengan nyawaku.
*****

Ketika Aku Harus Memilih... (1)

0



Hari ini aku berada di sebuah Pengadilan Negeri dimana kedua orang tuaku sedang melaksanakan sidang perceraian.  Aku cukup terpukul dengan keputusan Bunda dan Ayah. Aku menyesal karena aku anak tunggal dari mereka, harusnya aku menjadi alasan mereka tidak jadi bercerai. Tapi aku tidak bisa menahan mereka agar tidak bercerai dan aku dijadikan bahan rebutan mereka karena perceraian ini.
        Cukup lama menunggu sidang kutukan itu selesai. Akhirnya hari ini Bunda dan Ayah resmi bercerai. Aku berniat untuk ikut dengan Ayah dan meninggalkan Bunda yang padahal adalah orang terdekatku selama ini. Aku melakukan itu karena aku tau, Bundalah yang salah dan memulai kehancuran diantara keluarga kami. Hingga Bunda dan Ayah berakhir pada perceraian.
        Beberapa bulan yang lalu, Bunda menghadiri reuni SMAnya. Bunda memang sudah izin kepada Ayah untuk menghadiri acara itu. Tapi tentu Ayah tidak tau bahwa Bunda tidak pulang tepat waktu seperti janjinya pada Ayah. Aku sendiri jelas tau hal itu, karena akulah yang membukakan pintu untuk Bunda saat itu. Bodohnya aku, aku tidak memberi tau kepada Ayah tentang ketelatan Bunda saat pulang malam itu.
        Sejak reuni itu, Bunda sering sekali memegang handphonenya. Padahal, selama ini Bunda sering mengabaikan handphonenya. Saat itu aku tidak curiga apapun, kufikir mungkin saja Bunda memang sedang memiliki suatu urusan. Tapi mungkin Ayah akan curiga jika saja Bunda tidak pintar memilah waktu yang tepat untuk memegang handphonenya. Bunda selalu memegang handphonenya saat Ayah berangkat bekerja, hingga sebelum Ayah pulang bekerja. Begitu seterusnya. Sehingga Ayah tidak melihat Bunda terus-terusan memegang handphonenya.
        Hari itu, mungkin Bunda lupa atau memang tidak sabar untuk mengecek handphonenya. Memang Ayah sedang libur dan tidak pergi kerja. Akhirnya ia mulai memainkan handphone didepan Ayah bahkan mengobrol dengan Ayah. Ayah sangat tidak suka jika ia sedang bicara, lalu sang lawan bicaranya justru berselingkuh bicara dengan handphone. Apalagi saat itu Ayah sedang berbicara dengan Bunda.
Ayah juga seorang pencuriga yang over. Sehingga Ayah mulai curiga dengan Bunda yang hari itu hampir tidak pernah lepas dengan handphonenya. Akhirnya malam itu juga, saat Bunda tertidur Ayah mencoba mencari handphone Bunda yang akhirnya ia temukan dibawah tempat lampu yang sangat tidak memungkinkan seseorang untuk meletakan handphone disana. Hingga bertambah besarlah kecurigaan Ayah kepada Bunda.
        Pagi harinya, aku terbangun karena teriakan Ayah dari luar pintu kamarku yang mengarah ruang keluarga. Tidak jelas apa yang diucapkannya tapi aku tau itu suara Ayah. Aku sempat ingin keluar dan marah pada Ayah karena telah membangunkanku dihari libur. Tapi saat aku mulai mendekati pintu kamarku, aku mengurungkan niatku dan berniat mendengarkan dan menduga-duga apa yang terjadi diluar kamarku. Ku dengar Bunda menangis. Aku mulai berfikir bahwa mereka bertengkar. Tapi sebelumnya mereka tidak pernah bertengkar atau lebih tepatnya tidak pernah separah saat itu. Selalu menjaga keharmonisan keluarga kami didepanku. Tapi justru kali itu mereka bertengkar didepan kamarku yang tentu saja aku bisa mendengarnya.
        Aku mendengar Ayah menceritakan kepada Bunda tentang apa yang ia baca di handphone Bunda malam itu. Aku mendengar secara detailnya apa yang dibaca Ayah dan apa yang sebenarnya terjadi. Saat itu aku berharap Ayah salah. Namun ternyata harapankulah yang salah. Bunda memperkuat kata-kata Ayah dengan pengakuannya sambil menangis, bahwa ia memang berselingkuh dengan mantan kekasihnya selagi SMA. Mereka kembali bertemu saat reuni SMAnya kemarin.
Kakiku melemas saat itu, namun aku masih ingin mendengar lelucon ini berakhir dan mendengar mereka mengaku bahwa semua pembicaraan ini hanya untuk mengerjaiku. Tapi aku yakin aku salah dan mulai gila jika tetap berharap seperti itu. Karena saat semakin kudekatkankan telingaku dengan daun pintu, Bunda berkata ia lebih merasa nyaman berhubungan dengan mantan kekasihnya yang lebih mapan dibanding Ayah.
Aku menangis dari balik pintu kamarku. Darahku berdesir hebat menandakan kekecewaanku saat itu. Aku mengakhiri pendengaranku didaun pintu dan kembali ke tempat tidurku dengan mata masih berlinang air mata. Cukup lama aku menangis dengan bantal diwajahku agar tangisanku tidak sampai keluar kamar. Walaupun aku tau, teriakan Ayah mengalahkan suara tangisanku. Hingga akhirnya aku tidak mendengar teriakan-teriakan itu lagi dan aku tertidur karena lelah menangis.
Sore itu juga, Bunda mengetuk pintu kamarku dan mengajakku keruang keluarga. Saat diruang keluarga, aku lihat sudah ada Ayah dangan wajah yang menurutku seperti wajah orang yang sudah putus asa dan pasrah akan keadaan. Disana, Bunda dan Ayah menceritakan kepadaku tentang apa yang terjadi. Bunda meminta maaf kepada kami, namun tetap tidak ingin memperbaiki kesalahannya. Tentu saja aku tidak bisa membendung air mataku. Walaupun sebenarnya aku sudah cukup tau semuanya dari pertengkaran hebat mereka pagi itu.
Mulai saat itu, Bunda pindah kerumah Nenek dikota lain tempat kami tinggal. Lalu sebulan kemudian, Bunda mengajukan surat perceraian kepada Ayah. Aku tau sebenarnya ada rasa tak ikhlas dihati Ayah. Namun ia tetap tegar dan menandatangani surat perceraian itu. Mungkin karena agar orang yang ia cintai lebih bahagia, walaupun itu memang harus membuatnya terluka.
        Sejak itu, aku dan Ayah sudah tidak pernah bertemu kembali dengan Bunda. Kami kembali bertemu di Pengadilan Negeri hari ini dalam sidang perceraian Ayah dan Bundaku. Kami tidak lagi bertemu karena kini Bunda tidak lagi tinggal bersama aku dan Ayah. Mungkin ia segara menikah dengan lelaki itu. Aku tak tau dan tak ingin tau lagi hal apapun tentang Bunda. Tentu aku akan tetap sayang dengan Bundaku, namun dengan cara yang sedikit berbeda.
...........

Ungkapan Hati 'Si Ubnormal'

1


          Maafkan aku Ayah. Mungkin karena aku Bunda meninggakan Ayah. Karena aku Ayah menghabiskan uang. Karena aku yang cacat ini yang selalu menyusahkan Ayah. Ayah yang mengurusku, ditemani kecacatanku. Aku tau mungkin engkau sedih namun berusaha menutupinya. Akupun sedih dan menyesal harus merepotkanmu Ayah. Maafkan aku yang memberimu kesialan dalam hidup. Semenjak ada aku disisimu, bukan ketenangan yang ada dihati dan jiwamu. Justru rasa yang tak bisa terungkapkan sungguh buruknya. Hanya engkau Ayah, yang menemaniku setiap waktu. Hanya engkau Ayah, yang menganggapku ada. Maaf Ayah, inilah aku. Menyusahkanmu.
          Tuhaan, mungkin aku terima cacat seperti ini jika saja orang-orang bisa menerimaku selayaknya mereka menerima orang-orang normal. Aku juga bisa saja ikhlas menjadi bahan perolokkan mereka jika saja mereka tidak juga mengolok-olok Ayahku dan juga bisa sedikit menghibur dan bermain bersamaku.
          Lantas Bunda, kenapa kau buang aku saat kau tau aku lahir seperti ini? Taukah Bunda, aku butuh engkau Bunda. Aku butuh seseorang yang menyemangatiku ditengah-tengah neraka dunia ini. Ditengah-tengah kebahagiaan mereka dan kesedihanku saat adat mengolokku itu tiba Bunda. Mungkin aku memang tak pantas menjadi anakmu, namun haruskah kau tinggalkan juga Ayahku Bunda? Kenapa kau tidak memilih untuk membuangku saja dan tetap bersama Ayah? Tak sudi rasanya menjadi alasan perpisahan kalian. Atau kenapa kau harus mempertahankan aku dirahimmu jika akhirnya aku dikucilkan oleh Bundaku sendiri? Akankah karena alasan kau tak tau wujud seperti apa yang akan lahir? Kau tau Bundaku tersayang? Itu berarti kau tidak siap menyayangi seorang anak, Bunda. Ayahlah yang benar siap menerima kasih sayang dan mengasih sayangi anaknya, Bunda. Aku terima jika aku tak diterima. Namun aku tak terima jika orang yang kusayang juga ikut tak diterima. Karna ia menyayagiku, karna ia ku sayang. Karna aku. Ia menjadi bahan pelecehan.
          Kawan, kenapa kalian tidak ingin bermain denganku? Malukah kalian terhadap orang-orang lain yang melihat kita bermain nanti? Aku terima itu. Aku terima jika aku memang memalukan dan tak selevel dengan kalian bahkan tidak sepantasnya mengenal kalian. Tapi apakah kalian punya alasan untuk mengolokku seperti yang biasa kalian lakukan? Begitukah cara kalian menghiburku? Atau itukah niat kalian menghibur dirimu dan menjatuhkanku? Aku tau aku memang jauh dibawah kalian. Tapi pantaskah kalian memperlakukanku seperti ini? Bukankah kita diciptakan oleh Tuhan dan bahan yang sama? Sederajatkah kalian dengan Tuhanku? Jauh derajatkah aku dengan kalian?
          Akulah sang orang cacat. Namun bukan kemauanku seperti ini. Tuhan yang memerintahkan tanah itu, berbentuk dan berwujud seperti ini. Seperti apa yang kalian lihat padaku. Haruskah aku marah pada Tuhan? Andai saja aku berani, mungkin aku lakukan. Tapi aku jauh lebih menghargainya. Jauh lebih menghargai Tuhanku. Bahkan terkadang aku mencoba merasa spesial karna berbeda dengan kalian. Bahkan terkadang aku mencoba merasa bersyukur tidak memiliki sifat keji seperti kalian.
          Tolong, jangan bedakan aku seperti ini. Aku sama dengan kalian. Juga ingin mempunyai sesuatu yang berharga, juga ingin dihibur, bahkan juga ingin bermain dan akupun seorang manusia yang bersifat sosial yang butuh bantuan dari orang lain. Kalian. Jika saja aku bisa memilih seperti apa wujudku ini. Tapi sayang, sungguh aku hanya bisa menerima.
          Kau tau? Sulit untuk mencoba ikhlas. Karna apa? Karna tingkah kalian yang takut padaku. Cukup sakit saat kalian menjauhiuku. Sungguh membingungkan apa yang salah dariku? Demi Tuhan, aku tidak jahat dan tidak akan membuat kalian menjadi jahat. Sulit untuk menyadari diri bahwa tubuhkulah yang membuat kalian menilai aku aneh dan mulai takut padaku bahkan menjauhiku.
          Tolong, jangan jauhi aku. Jangan sakiti hati ini lagi. Jangan menambahkan dosa kalian lagi. Maaf, jujur aku sakit dan jujur aku tersiksa jika kalian masih menganggapku buruk. Biarkan aku hidup dengan caraku, wujudku, dan fikiranku. Bantu aku dalam menjalani hidup upnormalku.